Yogyakarta yang disebut sebut sebagai salah satu kota budaya di Indonesia menyimpan banyak sejarah sejak masa penjajahan. Sejarah-sejarah serta budaya tersebut terakumulasi pada masa ini berupa bangunan bangunan kuno serta seni budaya yang masih tersimpan Yogyakarta. Salah satu bangunan yang menjadi cagar budaya adalah sebuah bangunan joglo terdapat di jl Lowanu 105 wirosaban Yogyakarta, berdiri di tanah seluas 1600 m² bangunan joglo tersebut digunakan sebagai salah satu resto yang mengusung tema kuno.

Oemah Djowo, begitu resto tersebut dinamai. Sesuai dengan bentuk bangunan joglonya yang merupakan khas rumah suku jawa, dengan kelengkapan interior yang bertemakan kuno. Oemah Djowo juga memiliki dua area khusus yang menjadi pendaratan koleksi mobil serta motor kuno yang telah berusia puluhan tahun, untuk mobil ada koleksi dari Chevrolet, holden serta ford. Juga terdapat beberapa koleksi motor kunonya. Koleksi-koleksi otomotif tersebut menambah kelengkapan tema kuno yang diusung oleh Oemah Djowo resto.
Masih satu tema dengan nama resto Oemah Djowo menghadirkan berbagai masakan jawa kuno namun disajikan dengan nuansa masa kini antara lain brongkos igo, igo bakar lowanoe, garang asem, pepes, serta gedhang walondo. Beberapa makanan ala wong ndeso yang disaji secara modern. Juga menu minuman era lalu seperti wedhang setjhang, wedang oewoeh, teh potji yang tetap dibudidayakan namun disertai dengan minuman-minuman modern seperti milkshake, harmoni lowanoe dan aneka minuman float.

Selain makanan dan minuman, Oemah Djowo resto juga memberikan space bagi pecinta seni untuk memamerkan hasil karyanya di pendopo Oemah Djowo, pendopo Oemah Djowo dapat digunakan sebagai tempat penyelenggaraan resepsi pernikahan maupun paket photo preweding.

Selain itu juga terdapat ruangan privat yang bisa digunakan untuk meeting point, diskusi maupun acara-acara yang dikhususkan bagi kelompok. Dan yang tidak kalah menarik terdapat dua area koleksi mobil dan motor yang dapat dinikmati serta disewa untuk kepentingan tertentu.